aku semakin ingin memelukmu

"saya sayang kamu"
"saya juga sayang kamu…"
"uhm…saya bcanda"
"saya serius…"
"…"

"saya ingin selalu bsamamu"
"saya apalagi"
"saya bohong…"
"saya ngga…"
"…"

"saya takut kamu bosan"
"saya malah takut kamu yg bosan"
"…"
"saya sih ga akan pernah bosan. hanya gelisah yg menghampiri ketika kamu tak ada d sisi"
"gombal"

"i love u, baby"
"i love u too…"
"tdk boleh ada yg merebutmu"
"kamu juga"
"kamu ikut2"
"saya tdk ikut2, saya hanya bilang ‘kamu juga’"
"kamu juga APA?"
"…"

"kamu cape?"
"ha?"
"apa saya berisik, ramai dan mengganggu?"
"saya malah suka kamu begitu drpd diam. diam-mu membuatku takut. aku takut telah berbuat hal yg salah terhadapmu"
"humm……………………………………..

kamu. Pandya Dhaneswara. ntah mengapa aku menikmati semua ini. menjalani sesukaku. berkata sesukaku. lalu memelukmu. dan kamu balik memelukku. kita seperti teletubbies yg saling berpelukan. kamu yg mengerti aku. kamu yg bisa menerimaku. kamu yg di tengah malam menemaniku sambil tertidur dipangkuan. lalu aku. aku yg mencoba. mencoba. dan mencoba. untuk bisa mengerti kamu. memberi sepenuhnya sayangku. kembali percaya. kembali percaya diri. dan belajar untuk menghargai kamu, kita, dan apa yg kita miliki. dan ketika saya berkata : saya sayang kamu. itu bukanlah candaan. oleh karena itu, aku mohon atas kesabaran ketika saya harus mengernyitkan dahi sambil berkata :

"apa liat2…?"
"udah de, ga usah bawel!"
"apa sih, Nez, ga usah jayus deh"

atau…ketika saya diam seribu bahasa dan membuatmu pusing tak terkira. maaf. humm i should really go to sleep now.

Leave a Reply